Pages

Banner 468 x 60px

 

Rabu, 22 Maret 2017

Hutan Kayu Putih

0 komentar
HUTAN KAYU PUTIH

Kegiatan kehutanan yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa Jatimunggul jika musim kemarau adalah memetik daun kayu putih yang berada di wilayah hutan  di daerah Brungut, Kroya, Suka Selamet, Kitayum.


Penghasilan warga desa Jatimunggul dalam sehari memetik dihitung dalam satuan ton dihargai sejumlah Rp.150.000. Biasanya pemetik dalam sehari dapat memetik daun kayu putih sebanyak 4 ton dimana hasil tersebut merupakan hasil akaumulasi pemetikan yang dilakukan oleh beberapa orang pemetik yang terdiri dari sekitar 20-30 orang.



Daun kayu putih tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak kayu putih. Desa Jatimunggul merupakan daerah yang memiliki pabrik pembuatan atau penyulingan minyak kayu putih terbesar di Asia. 




Read more...

Bendungan Sumurwatu

0 komentar

BENDUNG SUMUR WATU

Bendung Sumur Watu merupakan bendungan yang berada di wilayah desa Jatimunggul, kecamatan Terisi, Indramayu. Bendung Sumur Watu dibuat tahun 1937 pada masa Kolonial Belanda. Fungsi bendung Sumur Watu tersebut digunakan sebagai penyedia air baku yang berasal dari debit air Sungai Cipanas. Air baku dimanfaatkan untuk mengairi ribuan hektar sawah petani di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Terisi, Cikedung, Losarang dan Kandanghaur. Penerima manfaat dari keberadaan Bendung Sumur Watu itu adalah masyarakat. Khususnya para petani, yang setiap tahun memerlukan air baku untuk mengairi tanaman padi di sawah.

Pemerintah pada tahun 2013 menggelontorkan anggaran puluhan miliar untuk merevitalisasi dan membangun infrastruktur bendungan Sumur Watu. Pemerintah melakukan program revitalisasi pembangunan waduk Sumur Watu guna menanggulangi kekeringan lahan pertanian yang kerap terjadi di sejumlah kecamatan di wilayah bagian barat Indramayu

Proyek pembagunan yang dilaksanakan PPK  (pejabat pembuat komitmn) Irigasi dan Rawa, dengan dana Milyaran rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (APBN) tahun anggaran.2012 – 2014 melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, SNVT  Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Cimanuk - Cisanggarung, dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero). Dalam Paket Pekerjaan Pembangunan Sumur Watu Kabupaten Indramayu, tepatnya di Desa Jatimunggul Kecamatan, dengan Nomor Kontrak.HK.02.03/At-3/10/01-29/2012. Waktu pelaksanaan 840 Hari.

Pembangunan atau revitalisasi bendungan Sumur Watu bertujuan untuk mengoptimalkan irigasi bagi para petani. Bangunan bendung Sumur Watu tersebut sangat dibutuhkan bagi para petani, karena letaknya strategis dan berpotensi dapat menanggulangi kekeringan pada musim kemarau diwilayah kecamatan Cikedung, Terisi, Losarang, Lelea, Gabus Wetan dan Kroya.


Bendungan Sumur Watu tersebut diharapkan dapat mengatasi kekeringan termasuk banjir di sejumlah wilayah kecamatan Terisi. Karena bendungan Sumur Watu nantinya akan dapat dimanfaatkan untuk menampung air hujan.



Read more...

Upacara Adat Mapag Sri

0 komentar
UPACARA ADAT MAPAG SRI

Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha esa.



Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen.

Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Mahaesa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.

Mapag Sri dilaksanakan menjelang musim panen. Meskipun panen ini berlangsung setiap tahun, Mapag Sri tidak selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Mapag Sri adalah upacara yang terhubung dengan mitos Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang Sri yang dianggap sebagai Dewa Padi. Bagi masyarakat tradisional khususnya wilayah pesisir pantura Indramayu, Cirebon, Dewi Sri adalah dewi pemberi kehidupan dan menuntun orang pada berbagai tatacara menghormati arti kehidupan. Oleh karena itu, jikalau orang hendak menuai padi yang telah menguning, sebelumnya beberapa bulir padi dipungut dan dibentuk seperti dua orang (lambang sepasang pengantin) yang dipertemukan dan diarak pulang, dengan harapan bahwa padi mendatangkan hidup yang bermanfaat bagi yang memilikinya.

Didalam Upacara tersebut, biasanua disediakan sesaji dan kesenian. Sesaji adalah bagian penting dalam upacara itu. Tanpa sesaji, upacara itu menjadi tidak lengkap. Di Indramayu, termasuk di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi adat Mapag Sri disertai dengan pertunjukan wayang kulit.





Read more...

Visi dan Misi Desa

0 komentar
VISI DAN MISI DESA JATI MUNGGUL KECAMATAN TERISI KABUPATEN INDRAMAYU

VISI
“ SEJAHTERA MANDIRI DAN RELIGIUS ”
            Berdasarkan kondisi saat ini dan tantangan yang akan dihadapi dalam 6 tahun mendatang serta dengan mempertimbangkan modal dasar yang dimiliki, maka Visi pembangunan Desa Jatimunggul Tahun 2021-2021 adalah Terwujudnya Desa Jatimunggul Yang  " Membangun Kebersamaan Menuju Desa Mandiri “   Visi dapat diartikan sebagai " dengan dasar keimanan dan ketaqwqaan bersama-sama mengedepankan musyawarah dalam membangun desa, Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur,  Maju Dalam Segala Bidang, serta Tidak Tergantung pada orang lain sehingga dapat menjadi tauladan unuk desa-desa yang lain "
            Visi tersebut  ditandai dengan kondisi lingkungan kehidupan sosial yang makin dijiwai oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Mahn Esa sesuai dengan keyakinan masyarakat yang diakui dalam sistern keagamaan nasional, kondisi ideal kehidupan agamis ditunjukkan dari :
1.         Meningkatnya jati diri dan kecenderungan masyarakat yang makin beriman dan bertaqwa,
2.         Menguatnya kemitraan dan tanggung jawab dalam pembangunan pendidikan keagamaan serta sarana dan prasarana keagamaan di Desa Jatimunggul,
3.         Menguatnya kesatuan sosial masyarakat dan aparatur pemerintah desa serta memperkokoh silaturahmi antar dan inter umat beragama untuk menguatkan pengamatan agama dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
            Desa Jatimunggul yang sejahtera ditandai dengan kondisi kehidupan masyarakat Desa Jatimunggul yang memenuhi standar kelayakan dalam pemenuhan kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan, dan bermata pencaharian layak serta jaminan keamanan dengan senantiasa mempertimbangkan kelestarian daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.
Kondisi ideal di Bidang Pendidikan ditunjukkan dengan :
1.         Meningkatnya tingkat pendidikan format masyarakat yang dilihat dari target pendidikan dasar telah tuntas dan memasuki tahapan pendidikan menengah,
2.         Tersedianya infrastruktur Sarana prasarana pendidikan yang dibutuhkan disertai pemerataan pendidikan,
3.         Meningkatnya penguasaan keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi, Serta mampu menjadikan masyarakat yang produktif,
4.         Terwujudnya pendidikan yang berdaya guna dan berhasil guna untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kondisi Desa Jatimunggul di bidang mata pencaharian layak dan berkesinambungan ditunjukkan dengan:
1.                  Meningkatnya keterkaitan antara sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier dalam suatu sistem yang produktif, bernilai tambah dan berdaya saing serta keterkaitan pembangunan ekonomi antar wilayah.
2.                  Makin kokohnya perekonomian daerah yang berdaya saing secara regional, nasional, dan internasional, berbasis pada upaya pengembangan keunggutan kompetitif dan  kooperatif dalam mendayagunakan potensi agribisnis
3.                  Meningkatnya akses yang lebih berkeadilan terhadap sumber daya ekonomi masyarakat di Desa Jatimunggul,
4.                  Terjaminnya ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat Desa Jatimunggul,
5.                  Meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat,
6.                  Meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi, dan Produk Domestik Bruto yang berdampak terhadap penurunan kemiskinan,
7.                  Meningkatnya pendayagunaan dan pemanfaatan potensi ekonomi desa,
8.                  Meningkatnya ketersediaan infrastruktur perekonomian desa, terutama jalan dan jaringan irigasi.
9.                  Terwujudnya pembangunan pemeliharaan infrastruktur desa,
10.             Meningkatnya penyediaan lapangan pekerjaan dan pendayagunaan tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing.
            Kondisi ideal Desa Jatimunggul termaju ditunjukkan dengan kondisi desa menjadi yang  terdepan, dan selalu menjadi percontohan dalam hal-hal positif di segala bidang. Ditargetkan pada tahun terakhir masa kepemimpinan periode Kuwu ini, diharapkan desa Jatimunggul menjadi desa percontohan, minimal di Tingkat Kabupaten. Upaya yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan semua potensi yang ada di Desa Jatimunggul    
                  Kondisi ideal Desa Jatimunggul yang mandiri  adalah ditunjukkan dengan dapat  terpenuhinya segala kebutuhan yang prinsip (primer) tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain.

MISI
1.                        Mengembangkan serta mengacu secara proposional dalam menciptakan suasana kerja yang harmonis dan terbuka;
2.                        Mengutamakan prioritas pelayanan kepada masyarakat guna terciptanya tatanan kehidupan kearah yang lebih baik;
3.                        Mendasarkan semua tindakan pada norma Agama dengan mengharap ridho Alloh SWT;
4.                        Tanggap dan cerdas terhadap pembaharuan dalam mensikapi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Read more...

Profil Desa Jatimunggul

0 komentar
GAMBARAN UMUM DESA JATIMUNGGUL

Desa Jatimunggul merupakan sebuah desa yang berada pada Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, dan Provinsi Jawa Barat. Desa Jatimunggul secara administratif dibatasi oleh daerah-daerah sebagai berikut : 




Utara : Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi;
Selatan : Desa Cikawung, Kecamatan Terisi;
Timur : Desa Loyang, Kecamatan Cikedung;
Barat :Desa Sumbon, Kecamatan Kroya;

Secara visualisasi daerah Jatimunggul dapat digambarkan melalui denah administratif yang juga telah diperbaharui (non-scale) oleh kegiatan pemetaan sosial, dengan penambahan aksesibilitas baru, detail vegetasi pada lahan perkebunan, maupun pertanian penduduk dan perhutani, serta sarana-prasarana yang belum terpetakan. Berikut adalah gambaran peta administratif desa Jatimunggul.

Berdasarkan aspek ketopografian, Desa Jatimunggul merupakan desa dengan luas wilayah sebesar 262.355 ha dengan mayoritas daratan datar pada ketinggian berkisar 260 m di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Desa Jatimunggul adalah daerah persawahan yang pada beberapa wilayah perbatasan bermayoritaskan lahan perhutani dan pemukiman masyarakat. Secara demografi administrasi pemerintahan, Desa Jatimunggul terdiri 7 RW dan 32 RT yang tersebar pada blok-blok besar atau dusun desa, antara lain adalah :
  • Blok atau Dusun Jatimunggul;
  • Blok atau Dusun Karang Anyar;
  • Blok atau Dusun Tegal Weringin;
Secara aspek hidrologi, Desa Jatimunggul melakukan pengaturan tata kelola air dengan sangat baik, meski secara landscape hasil kelola air kurang bermanfaat pada kegiatan warganya (dalam hal ini akan dibahas dalam sub bab “permasalah wilayah”). Berdasarkan polanya kerjanya, seluruh kegiatan kelola air dilakukan dengan prinsip pengirigasian, baik itu saluran irigasi pertanian, maupun saluran pembuangan, diantaranya pada daerah yaitu :
  • Saluran irigasi primer, Sungai Dudukan, dari Kecamatan Cikedung hingga                            Kecamatan Terisi;
  • Saluran irigasi sekunder, Saluran Rancananggung, dari pesawahan Kecamatan Terisi            hingga sebagian pesawahan Kecamatan Cikedung;
  • Saluran irigasi tersier, dari pesawahan Desa Jatimunggul dan Desa Jatimulya;
  • Saluran pembuangan air 1, Saluran Blok Durja;
  • Saluran pembuangan air 2, Saluran Kaliasin;
Read more...
 
DESA JATIMUNGGUL © IPDN 2017